SERIKAT PERS SAMOSIR
Samosir,- Harapan besar disematkan masyarakat Kabupaten Samosir kepada Kapolres baru, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K, untuk segera menunjukkan gebrakan nyata dalam memberantas berbagai praktik ilegal yang selama ini dinilai dibiarkan dan semakin meresahkan.
Salah satu persoalan utama yang menjadi sorotan tajam publik adalah maraknya praktik judi togel dan judi meja ikan-ikan yang hingga kini masih beroperasi secara terang-terangan di sejumlah wilayah di Samosir. Ironisnya, aktivitas ilegal tersebut seolah tak tersentuh hukum dan menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Judi togel dan meja ikan-ikan ini bukan barang baru. Semua orang tahu, masyarakat tahu, bahkan lokasinya jelas. Tapi kenapa masih bebas berjalan? Kami berharap Kapolres baru tidak menutup mata dan benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” ujar seorang warga Samosir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan
Menurut warga, keberadaan praktik perjudian tersebut tidak hanya merusak moral masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi keluarga kecil dan generasi muda. Karena itu, masyarakat menuntut tindakan tegas, penindakan nyata, dan bukan sekadar wacana.
Tak hanya soal perjudian, kejahatan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Warga menyoroti pembalakan kayu liar tanpa izin serta penyadapan getah pinus secara ilegal yang dinilai semakin masif dan berpotensi merusak ekosistem hutan Samosir serta kawasan penyangga Danau Toba.
“Kalau hutan rusak, siapa yang bertanggung jawab? Dampaknya bukan hari ini saja, tapi untuk anak cucu kami. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke pelaku perusak lingkungan,” tegas warga tersebut.
Masyarakat berharap Kapolres AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan mampu mengambil langkah strategis, mulai dari operasi terpadu, penindakan berkelanjutan, hingga membongkar jaringan di balik praktik ilegal tersebut, baik perjudian maupun kejahatan lingkungan.
Di sisi lain, masyarakat juga menaruh harapan besar pada sosok Kapolres Samosir yang diketahui menguasai bahasa Inggris, sebagai nilai tambah penting dalam mendukung pariwisata Samosir dan Danau Toba yang berkelas internasional.
“Kemampuan bahasa Inggris Kapolres seharusnya bisa menjadi kekuatan untuk membangun citra keamanan Samosir di mata wisatawan asing. Wisata tidak akan berkembang kalau judi dan perusakan lingkungan masih dibiarkan,” tambahnya.
Keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi fondasi utama dalam menjadikan Samosir sebagai destinasi wisata dunia yang aman, bersih, dan berwibawa.
Kini, publik Samosir menunggu: apakah Kapolres baru akan hadir dengan keberanian dan ketegasan, atau justru mengulang pola lama yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan?
Waktu akan membuktikan, namun harapan masyarakat sudah disampaikan dengan jelas.
Samosir,- Harapan besar disematkan masyarakat Kabupaten Samosir kepada Kapolres baru, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K, untuk segera menunjukkan gebrakan nyata dalam memberantas berbagai praktik ilegal yang selama ini dinilai dibiarkan dan semakin meresahkan.
Salah satu persoalan utama yang menjadi sorotan tajam publik adalah maraknya praktik judi togel dan judi meja ikan-ikan yang hingga kini masih beroperasi secara terang-terangan di sejumlah wilayah di Samosir. Ironisnya, aktivitas ilegal tersebut seolah tak tersentuh hukum dan menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Judi togel dan meja ikan-ikan ini bukan barang baru. Semua orang tahu, masyarakat tahu, bahkan lokasinya jelas. Tapi kenapa masih bebas berjalan? Kami berharap Kapolres baru tidak menutup mata dan benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” ujar seorang warga Samosir yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, keberadaan praktik perjudian tersebut tidak hanya merusak moral masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi keluarga kecil dan generasi muda. Karena itu, masyarakat menuntut tindakan tegas, penindakan nyata, dan bukan sekadar wacana.
Tak hanya soal perjudian, kejahatan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Warga menyoroti pembalakan kayu liar tanpa izin serta penyadapan getah pinus secara ilegal yang dinilai semakin masif dan berpotensi merusak ekosistem hutan Samosir serta kawasan penyangga Danau Toba.
“Kalau hutan rusak, siapa yang bertanggung jawab? Dampaknya bukan hari ini saja, tapi untuk anak cucu kami. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke pelaku perusak lingkungan,” tegas warga tersebut.
Masyarakat berharap Kapolres AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan mampu mengambil langkah strategis, mulai dari operasi terpadu, penindakan berkelanjutan, hingga membongkar jaringan di balik praktik ilegal tersebut, baik perjudian maupun kejahatan lingkungan.
Di sisi lain, masyarakat juga menaruh harapan besar pada sosok Kapolres Samosir yang diketahui menguasai bahasa Inggris, sebagai nilai tambah penting dalam mendukung pariwisata Samosir dan Danau Toba yang berkelas internasional.
“Kemampuan bahasa Inggris Kapolres seharusnya bisa menjadi kekuatan untuk membangun citra keamanan Samosir di mata wisatawan asing. Wisata tidak akan berkembang kalau judi dan perusakan lingkungan masih dibiarkan,” tambahnya.
Keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi fondasi utama dalam menjadikan Samosir sebagai destinasi wisata dunia yang aman, bersih, dan berwibawa.
Kini, publik Samosir menunggu: apakah Kapolres baru akan hadir dengan keberanian dan ketegasan, yang dapat meresahkan dan memiskinkan masyarakat atau justru mengulang pola lama yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan?
Waktu akan membuktikan, namun harapan masyarakat sudah disampaikan dengan jelas.